Kamis, 08 Mei 2014

Cara merawat kulit wajah

baik guys, kali ini saya akan memberikan tips kecil untuk merawat kulit wajah khususnya buat para kaum hawa.
 1. Jeruk Nipis
            Jeruk nipis dikenal dengan khasiat yang terkandung di dalamnya berupa vitamin C serta memiliki kemampuan untuk membuat pori kulit disekitar wajah menjadi lebih rapat, serta mampu memberikan kehalusan pada kulit dan bisa lebih tampak bercahaya. Cara penggunaannya sangat mudah anda tinggal membelah jeruk menjadi 2 bagian kemudian peras airnya dan oleskan pada bagian wajah kemudian biarkan mengering dan setelah itu basuhlah menggunakan air hangat dan di susul beberapa menit kemudian dengan air dingin untuk pembasuhan terakhir.

2. Apel

            Buah apel sangat baik untuk mengurangi kandungan minyak yang keluar di wajah sehingga tampak wajah lebih segar dan lembab, caranya juga begitu mudah. Anda tinggal blender saja Aple kemudian oleskan blenderan tadi ke wajah anda. Usahakan jangan mencampur dengan air dan setelah itu basuhlah dengan air bersih.

3. Tomat


            Tomat mampu menghilangkan segala macam penyakit mulai dari komedo, jerawat dan berbagai macam flek hitam kandungan vitaminnya untuk kulit benar-benar mampu membuat kulit lebih sehat. Cara menggunakannya juga cukup mudah tinggal blender dan oleskan sama dengan apel tadi.

4. Pisang

            Pisang mampu memberikan kelembapan pada kulit wajah anda, kandungan yang ada dalam pisang mampu menutrisi kulit wajah dengan maksimal. Jika ingin mendapatkan yang lebih maka sebaiknya di campur dengan 1 sendok madu.




Cara Merawat  Wajah Berminyak dan Kusam.

 
1. Masker Bengkoang

            Siapkan bengkoang dan cucilah hingga bersih. Kupas Kulit bengkoang dan kemudian parut. Peras parutan tersebut dan ambil airnya, tampung di mangkuk atau gelas dan buang ampasnya. Diamkan hasil perasan tadi beberapa saat, biarkan mengendap pada dasar wadah. Buang airnya dan ambil endapannya. Endapan itulah yang digunakan sebagai masker bengkoang.

2. Pepaya

            Pepaya yang berwarna hijau atau oranye dapat berkhasiat mencerahkan kulit. Pepaya hijau mengandung enzim papain yang ideal untuk memutihkan kulit. Caranya, ambil satu sendok makan pepaya hijau (pepaya yang masih mangkal) yang telah dihaluskan, dan satu sendok makan pepaya masak, campurkan. Oleskan pada wajah dan biarkan selama 15 menit, lalu bilas. Lakukan cara ini setiap hari untuk hasil yang optimal.

3. Kentang

            Kentang ternyata dapat bermanfaat untuk memutihkan kulit, lho. Jus kentang dapat digunakan sebagai pemutih alami bagi kulit kita. Caranya, parut satu buah kentang dan tambahkan satu sendok teh madu, campur lalu oleskan pada kulit wajah dan leher. Diamkan selama 20 menit, lalu bilas dengan air. Ramuan ini cocok untuk semua jenis kulit.

Cara Merawat Wajah Agar Putih Bersih.

 

1. Minyak alpukat

            Banyak perempuan yang malas membersihkan wajah sebelum tidur, karena merasa sudah begitu lelah. Nah, minyak alpukat dapat membantu Anda yang tak sempat mencuci muka sebelum tidur. Minyak alpukat ini secara efektif membantu menghilangkan sisa-sisa riasan wajah. Setelah menghapus sisa make-up, gunakan tisu untuk menyerap kelebihan minyak yang tertinggal di wajah.

2. Lada Manis (Paprika)

            Paprika adalah salah satu bahan alami yang bagus untuk facial wajah Anda, dengan membuat masker dari olahan paprika Anda bisa memutihkan wajah Anda, dimana masker paprika ini bisa meningkatkan sirkulasi aliran darah di dalam wajah. Anda bisa menghancurkan (mem-blender) paprika merah atau hijau untuk menghasilkan pasta atau krim sebagai masker wajah. Oleskan pada wajah Anda dan kemudian biarkan selama lima belas menit, kemudian bersihkan wajah Anda dengan air dingin. Dengan krim alami ini sel-sel kulit wajah Anda dapat lebih sehat dan pastinya wajah putih alami bisa Anda dapatkan.

3. Yogurt

            Yogurt ternyata bisa memberikan kelambapan untuk kulit wajah Anda. Dengan mencampur sedikit madu dan kemudian oleskan pada kulit wajah Anda, biarkan selama 10 menit kemudian bisa dibersihkan dengan air. Masker berbahan yogurt ini bisa menghaluskan kulit wajah Anda, pastinya kulit wajah putih nan halus adalah dambaan semua orang.

4. Chamomile

            Chamomile memang biasa dijadikan teh. Namun bunga ini bisa berfungsi sebagai bahan alami untuk mencerahkan kulit wajah. Chamomile juga memiliki banyak kandungan untuk mengatasi mata yang bengkak. Anda hanya perlu mencelupkan kantong teh ke dalam air panas, dan biarkan sampai dingin. Kemudian, tempelkan kantong teh pada mata. Lakukan hal ini selama dua minggu untuk melihat hasilnya.

5. Susu

            Anda pasti sebelumnya sudah mendengar tentang manfaat mandi susu. Tetapi bila mandi susu dirasa terlalu repot, cukup gunakan susu untuk membasuh muka. Susu memiliki banyak bahan yang dapat mengurangi bintik-bintik hitam pada wajah, dan meningkatkan warna kulit dengan cara yang sempurna. Tuang beberapa tetes susu pada kain pencuci muka, lalu gunakan kain tersebut untuk menggosok wajah dengan lembut. Susu akan menghilangkan sel-sel kulit mati yang menutup wajah, dan memberikan warna yang baru.

6. Almond


            Almond dapat membantu mengurangi kegelapan warna kulit, sehingga kulit akan terlihat lebih terang. Cara praktis dan alami untuk menggunakan almon untuk memutihkan kulit adalah dengan mencampurkan almon dengan susu dan sedikit kunyit. Caranya, pada pagi hari, rendam 4-5 biji almond dan satu ruas kunyit dalam susu cair. Pada malam harinya, keluarkan kunyit, lalu haluskan almon dalam susu tersebut hingga terbentuk pasta. Oleskan campuran ini pada wajah dan leher dan biarkan semalaman. Setelah itu, pada pagi harinya bilas dengan air dingin dan bersihkan. Untuk hasil yang optimal, lakukan cara ini 2 minggu sekali.

Cukup sampai disini yah, semoga bermanfaat.thankssss 

http://www.cantikinfo.net/2012/12/cara-merawat-wajah-secara-alami-putih.html

Minggu, 15 Desember 2013

LIST

<html>
<head>
<title>tugas tik</title>
</head>
<body>
<ul  type="disc">
<li>Matakuliah MI Semester 1:</li>
     <ul start="1" type="1">
        <li>Bahasa Inggris 1</li>
        <li>Matematika 1</li>
        <li>Jaringan Komputer 1</li>
        <li>Konsep Teknologi Informasi</li>
     </ul>
</ul>
<ul type="square">
<li> matakuliah MI Semester 2:
      <ul start="1" type="2">
          <li>Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi</li>
        <li>Perangkat Keras Komputer</li>
        <li>Sistem Operasi</li>
     </ul>
</ul>
</body>
</html>

Rabu, 30 Oktober 2013

latihan 4


<HTML>
<HEAD>
  <TITLE>LATIHAN MEMBUAT HEADER</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE WIDTH="100%">
<TR>

<TD WIDTH="25%" ALIGN="CENTER"><IMG SRC="Kuningan.JPG" width="50%">  </TD>
<TD WIDTH="50%" ALIGN="CENTER"> <font size="4">PEMERINTAH KABUPATEN KUNINGAN<br>
    DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA<br>
   <font size="6"><b> SMA NEGERI 1 KUNINGAN</b><br>
   <font size="3"> <i>Jl. Siliwangi No. 55 Kuningan Telp. 0232-871594</i></font>
 </TD>
<TD WIDTH="25%" ALIGN="CENTER"><IMG SRC="SMAN1KNG.JPG" width="40%">  </TD>
</TR>
</TABLE>
<hr>
<TABLE WIDTH="100%" BORDER="1">
<TR>
   <TD ROWSPAN="2"WIDTH="20%" ALIGN="CENTER" VALIGN="MIDDLE" HEIGHT="200">
     <IMG SRC="images.JPEG" WIDTH="150" HEIGHT="150"></TD>
   <TD ALIGN="CENTER" WIDTH="20%"> BERANDA </TD>
   <TD ALIGN="CENTER" WIDTH="20%"> POFIL </TD>
   <TD ALIGN="CENTER" WIDTH="20%"> GALERI </TD>
   <TD ROWSPAN="2" WIDTH="20%" ALIGN="CENTER" VALIGN="MIDDLE" HEIGHT="250">
     <IMG SRC="tha.JPEG" WIDTH="150" HEIGHT="150"></TD>
</TR>
<TR>
   <TD COLSPAN="3" ROWSPAN="2" ALIGN="CENTER" VALIGN="MIDDLE"> ISI BERANDA </TD>
</TR>
<TR>
   <TD ROWSPAN="2" WIDTH="20%" ALIGN="CENTER" VALIGN="MIDDLE" HEIGHT="250">
     <IMG SRC="BNMN.JPEG" WIDTH="150" HEIGHT="150"></TD>
   <TD ROWSPAN="2" WIDTH="20%" ALIGN="CENTER" VALIGN="MIDDLE" HEIGHT="250">
     <IMG SRC="AHA.JPEG" WIDTH="150" HEIGHT="150"></TD>
</TR>
<TR>
   <TD COLSPAN="3"ALIGN="CENTER"> COPY RIGHT @TITA ROSTINI 2013 </TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>

Rabu, 23 Oktober 2013

latihan 3

<html>
<head>
<title>Latihan 3</title>
</head>
<BODY BACKGROUND="tha.JPG" TEXT="PINK">
<TABLE BORDER="5" WIDTH="100%" HEIGHT="500" BGCOLOR="BROWN">
<center><h1><u><font color="white">TUGAS TIK 3</center></h1></u>

<table>
<table border="1"width="80%"align="center"bgcolor="blue">
<tr>
<td align="center"BGcolor="black"><font color="white">
<H2>SINTIA AGUSTINA<BR> TITA ROSTINI</H2></td>
</tr>
</table>

<br><br>
<table>
<table border="1"width="80%"align="center"bgcolor="blue">
<tr>
<td align="center" BGcolor="white"><font color="black">
<H2>SINTIA AGUSTINA<BR> TITA ROSTINI</H2></td>
<td align="center" BGcolor="white"><font color="black">
<H2>SINTIA AGUSTINA<BR> TITA ROSTINI</H2></td>
</tr>
</table>

<br><br>
<table>
<table border="2"width="80%"align="center"bgcolor="blue">
<tr>
<td align="center"BGcolor="white">
<H2>SINTIA AGUSTINA<BR> TITA ROSTINI</H2></td>
<td align="center"BGcolor="white"colspan="2">
<H2>SINTIA AGUSTINA<BR> TITA ROSTINI</H2></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"BGcolor="white">
<H2>SINTIA AGUSTINA<BR> TITA ROSTINI</H2></td>
<td align="center"BGcolor="white">
<H2>SINTIA AGUSTINA<BR> TITA ROSTINI</H2></td>
</table>

</BODY>
</HTML>

<br><br>
<table>
<table border="7"width="80%" HEIGHT="300" align="center"bgcolor="black">
<tr>
<td align="center"BGcolor="red"colspan="4"rowspan="2">1</td>
<td align="center"BGcolor="orange">2</td>
<td align="center"BGcolor="yellow">3</td>
<tr>
<td align="center"BGcolor="green">4</td>
<td align="center"BGcolor="blue">5</td>
</tr>
<tr>
<td align="center"BGcolor="gray">6</td>
<td align="center"BGcolor="purple">7</td>
<td align="center"BGcolor="brown"colspan="7"rowspan="9">10</td>
</tr>
<tr>
<td align="center"BGcolor="white">8</td>
<td align="center"BGcolor="blue sky">9</td>
</tr>
</table>
</body>


Rabu, 09 Oktober 2013

latihan 2


<HTML>
<HEAD>
<TITLE>latihan web html</TITLE>
</HEAD>
<BODY BACKGROUND="THA.JPG" TEXT="PINK">
<CENTER><H1>SISWA PEREMPUAN XII IPS 1</H1>
<HR SIZE="10"WIDTH="40%"ALIGN="CENTER" COLOR="PINK">
<H2>AFIFAH RIZKY LUMARA<BR> AJENG REZA</H2>
<H3>ANNISA AULIA M<BR> BEYSHA LAIALA</H3>
<H4>DEBI TRIPUTRI L<BR> DESI FEBRIANTI</H4>
<H5>DEWI PERMATA SARI<BR> DISYA TIARA PUTRI</H5>
<H6>DWI NURUL H<BR> ELSHE YULITA B</H6>
<b>ERLI HERLIANANINGSIH<BR> HENDRIKA SHELIN P</b><br>
<I>INGGIT FUJI L<BR>LITA DWI NUR A</I><br>
<U>OKTAVIANI HENI H<BR> RATU NUKE NURMALA D</U><br>
<FONT SIZE="3" COLOR="PURPLE" FACE"IMPECT">RIRIN INDRIYANI</FONT><BR>
<FONT SIZE="1" COLOR="PINK" FACE"GIGI">SILVANA EVSA</FONT><BR>
<FONT COLOR="#SINTIA">SINTIA AGUSTINA</FONT><BR>
<FONT COLOR="#TIARA">TIARA DWI AGUSTIN</FONT><BR>
<FONT COLOR="#290197TITA">TITA ROSTINI</FONT><BR>
<FONT FACE="GIGI">WINDRI INTAN</FONT><BR>
<FONT FACE="CALIBIRI">WULAN SUCI BAYU</FONT><BR>
</BODY>
</HTML>

Rabu, 11 September 2013

latihan 1

<html>
    <head>
    <title>WEBSITE XII IPS 1</title>
    </head>
  <body>
   <center>
    <marquee BEHAVIOR="ALTERNATE"><h1>DAFTAR NAMA SISWA KELAS XII IPS 1 </h1></MARQUEE>
   </center>
<h4> 1. AFIFAH RIZKY LUMARA <br>
2. AJENG REZA P <br>
3. ANDRI WIBAWA <br>
4. ANNISA AULIA M <br>
5. BENNY IRAWAN <br>
6. BEYSHA LAIALA <br>
7. DEBI TRIPUTRI L <br>
8. DESI FEBRIANTI <br>
9. DEWI PERMATA SARI <br>
10. DISYA TIARA PUTRI <br>
11. DWI NURUL H <br>
12. ELGA DWI ANGGARA <br>
13. ELSHE YULITA B <br>
14. ERLI HERLIANANINGSIH <br>
15. EVA FAUZIAH <br>
16. FARID NURMAULUDIN <br>
17. HENDRIKA SHELIN P <br>
18. INGGIT FUJI L <br>
19. KIKI MULYANA <br>
20. KUKUH KUNCARA <br>
21. LITA DWI NUR A <br>
22. MOCH. ICHSAN F <br>
23. MOH. IQBAL <br>
24. M UNTORRO A <br>
25. OKTAVIANI HENI H <br>
26. RATU NUKE NURMALA D <br>
27. RIRIN INDRIYANI <br>
28. SILVANA EVSA <br>
29. SINTIA AGUSTINA <br>
30. TIARA DWI AGUSTIN <br>
31. TITA ROSTINI <br>
32. WINDRI INTAN <br>
33. WULAN SUCI BAYU <br>
34. YUSLIANTO </h4>

  </body>
</html>

Sabtu, 07 September 2013

Jenis - jenis konflik, penyebab konlik, contoh konflik, dan pengambilan keputusan


JENIS –JENIS KONFLIK
Terdapat berbagai macam jenis konflik, tergantung pada dasar yang digunakan untuk membuat klasifikasi. Ada yang membagi konflik atas dasar fungsinya, ada pembagian atas dasar pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, dan sebagainya.
a. Konflik Dilihat dari Fungsi
Berdasarkan fungsinya, Robbins (1996:430) membagi konflik menjadi dua macam, yaitu: konflik fungsional (Functional Conflict) dan konflik disfungsional (Dysfunctional Conflict). Konflik fungsional adalah konflik yang mendukung pencapaian tujuan kelompok, dan memperbaiki kinerja kelompok. Sedangkan konflik disfungsional adalah konflik yang merintangi pencapaian tujuan kelompok.
Menurut Robbins, batas yang menentukan apakah suatu konflik fungsional atau disfungsional sering tidak tegas (kabur). Suatu konflik mungkin fungsional bagi suatu kelompok, tetapi tidak fungsional bagi kelompok yang lain. Begitu pula, konflik dapat fungsional pada waktu tertentu, tetapi tidak fungsional di waktu yang lain. Kriteria yang membedakan apakah suatu konflik fungsional atau disfungsional adalah dampak konflik tersebut terhadap kinerja kelompok, bukan pada kinerja individu. Jika konflik tersebut dapat meningkatkan kinerja kelompok, walaupun kurang memuaskan bagi individu, maka konflik tersebutdikatakan fungsional. Demikian sebaliknya, jika konflik tersebut hanya memuaskan individu saja, tetapi menurunkan kinerja kelompok maka konflik tersebut disfungsional.
b. Konflik Dilihat dari Pihak yang Terlibat di Dalamnya
Berdasarkan pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik, Stoner dan Freeman (1989:393) membagi konflik menjadi enam macam, yaitu:
1) Konflik dalam diri individu (conflict within the individual). Konflik ini terjadi jika seseorang harus memilih tujuan yang saling bertentangan, atau karena tuntutan tugas yang melebihi batas kemampuannya.
2) Konflik antar-individu (conflict among individuals). Terjadi karena perbedaan kepribadian (personality differences) antara individu yang satu dengan individu yang lain.
3) Konflik antara individu dan kelompok (conflict among individuals and groups). Terjadi jika individu gagal menyesuaikan diri dengan norma - norma kelompok tempat ia bekerja.
4) Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama (conflict among groups in the same organization). Konflik ini terjadi karena masing - masing kelompok memiliki tujuan yang berbeda dan masing-masing berupaya untuk mencapainya.
5) Konflik antar organisasi (conflict among organizations). Konflik ini terjadi jika tindakan yang dilakukan oleh organisasi menimbulkan dampak negatif bagi organisasi lainnya. Misalnya, dalam perebutan sumberdaya yang sama.
6) Konflik antar individu dalam organisasi yang berbeda (conflict among individuals in different organizations). Konflik ini terjadi sebagai akibat sikap atau perilaku dari anggota suatu organisasi yang berdampak negatif bagi anggota organisasi yang lain. Misalnya, seorang manajer public relations yang menyatakan keberatan atas pemberitaan yang dilansir seorang jurnalis.
c. Konflik Dilihat dari Posisi Seseorang dalam Struktur Organisasi
Winardi (1992:174) membagi konflik menjadi empat macam, dilihat dari posisi seseorang dalam struktur organisasi. Keempat jenis konflik tersebut adalah sebagai berikut:
1) Konflik vertikal, yaitu konflik yang terjadi antara karyawan yang memiliki kedudukan yang tidak sama dalam organisasi. Misalnya, antara atasan dan bawahan.
2) Konflik horizontal, yaitu konflik yang terjandi antara mereka yang memiliki kedudukan yang sama atau setingkat dalam organisasi. Misalnya, konflik antar karyawan, atau antar departemen yang setingkat.
3) Konflik garis-staf, yaitu konflik yang terjadi antara karyawan lini yang biasanya memegang posisi komando, dengan pejabat staf yang biasanya berfungsi sebagai penasehat dalam organisasi.
4) Konflik peran, yaitu konflik yang terjadi karena seseorang mengemban lebih dari satu peran yang saling bertentangan. Di samping klasifikasi tersebut di atas, ada juga klasifikasi lain, misalnya yang dikemukakan oleh Schermerhorn, et al. (1982), yang membagi konflik atas: substantive conflict, emotional conflict, constructive conflict, dan destructive conflict.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA KONFLIK
Menurut Robbins (1996), konflik muncul karena ada kondisi yang melatar - belakanginya (antecedent conditions). Kondisi tersebut, yang disebut juga sebagai sumber terjadinya konflik, terdiri dari tiga ketegori, yaitu: komunikasi, struktur, dan variabel pribadi.
Komunikasi. Komunikasi yang buruk, dalam arti komunikasi yang menimbulkan kesalah - pahaman antara pihak-pihak yang terlibat, dapat menjadi sumber konflik. Suatu hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan semantik, pertukaran informasi yang tidak cukup, dan gangguan dalam saluran komunikasi merupakan penghalang terhadap komunikasi dan menjadi kondisi anteseden untuk terciptanya konflik.
Struktur. Istilah struktur dalam konteks ini digunakan dalam artian yang mencakup: ukuran (kelompok), derajat spesialisasi yang diberikan kepada anggota kelompok, kejelasan jurisdiksi (wilayah kerja), kecocokan antara tujuan anggota dengan tujuan kelompok, gaya kepemimpinan, sistem imbalan, dan derajat ketergantungan antara kelompok. Penelitian menunjukkan bahwa ukuran kelompok dan derajat spesialisasi merupakan variabel yang mendorong terjadinya konflik. Makin besar kelompok, dan makin terspesialisasi kegiatannya, maka semakin besar pula kemungkinan  terjadinya konflik.
Variabel Pribadi. Sumber konflik lainnya yang potensial adalah faktor pribadi, yang meliputi: sistem nilai yang dimiliki tiap-tiap individu, karakteristik kepribadian yang menyebabkan individu memiliki keunikan (idiosyncrasies) dan berbeda dengan individu yang lain. Kenyataan menunjukkan bahwa tipe kepribadian tertentu, misalnya, individu yang sangat otoriter, dogmatik, dan menghargai rendah orang lain, merupakan sumber konflik yang potensial. Jika salah satu dari kondisi tersebut terjadi dalam kelompok, dan para karyawan menyadari akan hal tersebut, maka muncullah persepsi bahwa di dalam kelompok terjadi konflik. Keadaan ini disebut dengan konflik yang dipersepsikan (perceived conflict). Kemudian jika individu terlibat secara emosional, dan mereka merasa cemas, tegang, frustrasi, atau muncul sikap bermusuhan, maka konflik berubah menjadi konflik yang dirasakan (felt conflict). Selanjutnya, konflik yang telah disadari dan dirasakan keberadaannya itu akan berubah menjadi konflik yang nyata, jika pihak-pihak yang terlibat mewujudkannya dalam bentuk perilaku. Misalnya, serangan secara verbal, ancaman terhadap pihak lain, serangan fisik, huru-hara, pemogokan, dan sebagainya.
Contoh konflik
tawuran pelajar
1.      Dendam karena kekalahan dengan sekolah lain
Biasanya ini terjadi ketika adanya per tandingan bola antar sekolah. Dimana tim sekolah yang satu kalah dengan sekolah yang lain. Hal ini menyebabkan adanya r asa kecewa dan celakanya mereka ini biasanya melampiaskan rasa kekecewaan nya dengan mengajak berkelahi tim sekolah lain tersebut. Hal ini tentunya merupakan bentuk ketidak spor tifan pelajar dalam mengalami kekalahan.
2.      Dendam akibat pemalakan dan perampasan
Apabila seorang siswa dari suatu sekolah menengah atas dipalak atau dirampas uang dan hartanya, dia akan melapor kepada pentolan di sekolahnya. Kemudian pentolan itu akan mengumpulkan siswa untuk menghampiri siswa dari sekolah musuh ditempat dimana biasanya mer eka menunggu bis atau kendar aan pulang. Apabila jumlah siswa dari sekolah musuh hanya sedikit, mereka akan balik memalak atau merampas siswa sekolah musuh tersebut. Tetapi jika jumlah siswa sekolah musuh tersebut seimbang atau lebih banyak, mereka akan melakukan kontak fisik.
3.       Dendam akibat rasa iri akibat tidak dapat menjadi siswa di SMA yang diinginkan.
Ketika seorang siswa mendaftar masuk ke SMA negeri, tetapi ia malah tidak   diterima di sekolah tersebut. Dia akan masuk ke SMA lain bahkan ia bisa bersekolah di SMA swasta yang kualitasnya lebih rendah. Disebabkan oleh dendam pada sekolah yang dulu tidak menerimanya sebagai siswa, dia berusaha untukmembuat siswa yang bersekolah di sekolah tersebut merasa tidak nyaman. Dia akan memprofokasikan dan mencari-cari kesalahan sekolah tersebut agar akhirnya terjadi kontak fisik.
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Cara menangani agar tidak terjadi tawuran yaitu kita harus mencari penyebabnya terlebih dahulu. “apasih yg menyebabkan tawuran?”. Kemudian Membahas bersama di satu meja, langkah-langkah apa yang bisa ditempuh untuk mendamaikan kedua belah pihak. Ikut sertakan organisasi kepemudaan di masing-masing sekolah atau fakultas, tidak lupa ‘gembong-gembongnya’ pun harus diajak serta. Saya yakin pihak sekolah atau fakultas tahu benar siapa-siapa saja yang menjadi ‘pentolan’ dalam hal tawuran ini. Dengan begitu diharapkan, rantai ‘dendam’ hanya cukup sampai disitu. Dan tidak ada lagi, kakak kelas atau kakak tingkat yang memberikan pemahaman yang salah terhadap generasi di bawahnya. Kemudian Sekolah bukan hanya tempat untuk mengajarkan ilmu tetapi juga bertugas mendidik karakter para siswa/mahasiswa agar ilmu yang mereka dapat, bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian dan pengawasan dari orang tua serta lingkugan bersinergi dengan pendidikan berkarakter kebangsaan yang diberikan di sekolah, akan membentuk dan menghasilkan generasi penerus bangsa yang terbaik untuk negeri ini.



Referensi :  http://paksisgendut.files.wordpress.com/2007/07/makalah2.doc
http://kahfiehudson.wordpress.com/2011/12/13/konflik-dalam-organisasi/
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik
http://anitanet.staff.ipb.ac.id/?tag=tawuran-pelajar-smk-berujung-maut